Postingan

Cahaya di atas Cahaya

Salam, Di tengah carut marut kepala yang disebabkan oleh tugas akhir (tesis), aku teringat lagu yang 2 tahun lalu kuciptakan. Lagu ini sering kuputar karena cukup menguatkan mental dan hati ini. Wajar saja, lagu ini mengadopsi surah An-Nuur: 35. Cahaya di atas Cahaya judulnya, kalau diterjemahkan ke bahasa Arab judulnya memang persis seperti sebuah ungkapan yang menggambarkan Zat Yang Maha Agung, yaitu Nuurun ‘alaa Nuur. Maknanya kurang lebih adalah bahwa Allah pemberi cahaya kepada langit dan bumi, pembimbing dan pemberi petunjuk bagi siapa saja yang ia kehendaki, ia yang mengatur segala urusan yang ada di langit dan di bumi. Ya kurang lebih seperti itulah makna tersirat dari kata cahaya itu. Curhat sedikit ya? Cukup sulit berjalan pada jalan yang lurus, terkadang terbentur oleh keadaan yang menyaratkan seseorang untuk berkata yang bukan pada fakta, terkadang keadaan itu seakan memaksa seseorang untuk keluar dari jalan yang benar, dan faktanya kali ini, keadaan memaksaku ...

Senyum Sahabat

Gambar
Sempat bersikeras untuk berhenti berkarya dalam bentuk lagu karena prosesnya yang rumit dan menyita banyak waktu, aku menguatkan niatku itu dengan membuat lagu “Tak Ingin Merindu” dan membuat video klip dengan konsep in memoriam karena kupikir aku tidak akan menciptakan lagu lagi. Tapi ternyata keadaan berkata lain, sebuah persahabatan, kami namakan itu Panci Penyok, persahabatan yang berumur 2 bulan ini harus menerpa perpisahan dan itu membuatku menggalau cukup dalam. Aku mencoba menahan diri namun, ketika aku dalam waktu senggang bersama gitarku, ternyata benak ini tidak lagi tertahan dan alunan lagu untuk rindu akan persahabatan ini pun tercipta. Aku memiliki sedikit rekaman tentang curhat kami saat perpisahan di Pulau Untung Jawa. Dialog ini adalah hasil rekaman pada saat curhat, walaupun sebagian adalah dari hasil rekam ulang karena suara yang perlu diperjelas. Lagu ini, mungkin terkesan aneh, karena cukup banyak terdapat dialog di dalamnya tapi, apapun itu, inilah lagunya. ...

Di Balik Scene Video Tak Ingin Merindu

Gambar
Alhamdulillah, akhirnya video ini selesai juga. Butuh banyak proses dalam pembuatannya, selain pemilihan video dokumentasi, aku juga harus membuat band dadakan untuk show agar bisa dapat scene lipsingnya. Video ini dibuat dari rekaman cerita dan aktifitas yang direkam dengan alat yang apa adanya. Ada yang direkam dengan handphone, digital camera, dan handycam. Makanya gambarnya agak-agak pecah. Di tengah-tengah kesibukan yang menggila seperti kerja, kuliah, tugas, dan lainnya, pembuatan video ini membuat kepalaku hampir pecah namun, aku lega dan sangat senang setelah video ini selesai. Sebelum video ini ku publikasi, aku sempat beberapa kali memferifikasi video ini kepada teman tentang kelayakan publikasi. Berkali-kali mereka bilang video ini belum layak untuk dipublikasi. Kata mereka “kurang greget”, so, edit lagi, “monotone”, udah bikin cape-cape bergadang-bergadang dibilang monotone nyesek ga si? ada juga yang selalu bilang “meleleh, ngena banget” tapi, cuma sat...

Tak Ingin Merindu (Official Video)

Gambar
Tak Ingin Merindu (Official Video) created by Tatastha Production House Song and video by Annas Surdyanto Big thanks to: Allah SWT Mom & Dad Ani Suryani Syakur Robby Ady Ma'rufianto Rizal Istiqomah (Banser) Singgih Nugroho (Jono) Mas Achuy (Niken) Mas Ichal (Doyok) Adi Rubian K Annur Syahdyanto Sally Ifani Fajrin ILham Dwi Saputro Hafezh Blind Icha Chacha Muhammad Tuta Last Tears of Blood Feelme Poppunk Dan semua teman yang tidak bisa disebutkan satu-persatu Tentang lagu ini bisa dibaca di http://annas13.wordpress.com/2013/09/05/tak-ingin-merindu/

Tak Ingin Merindu

Gambar
Tweets Rindu yang ku tulis pada 27 Agustus 2013 lalu, menunjukkan betapa aku mencoba menguatkan diri dengan apa yang aku sedang merasakannya dengan begitu dalam. Ya, aku tidak sedikitpun merasa tertatih-tatih menahannya namun, aku tidak ingin menjadi seorang yang munafik terhadap apa yang seharusnya ku ungkapkan dan tidak ku pendam. 1 September 2013, aku yang sedang sakit, tersudut pada suatu keadaan dimana seakan tidak ada pintu keluar dari ruang yang aku sedang berdiam di dalamnya. Aku iringi hati ini dengan lantunan gitar yang aku sering menghibur diri dengannya di senja hari sembari menatap bintang-bintang-Nya. Hari itu, aku sedang berdiri di sebuah rasa. Ya, rasa itu adalah rasa rindu yang meluap-luap. Ingin sekali aku mempertanyakan sesuatu padanya agar aku dapat mendapati sebuah percakapan walaupun sedikit namun, diri ini sadar, “aku bukan siapa-siapa” maka, ku tutup hati ini dengan menciptakan sebuah lagu yang untuknya aku tidak sedikitpun merasa sesal merindu...

Diari untuk Indonesia (spesial 17 Agustus 2013)

Gambar
17 Agustus Tahun 2013 ini adalah HUT RI yang ke 68 dan 15 Agustus tahun ini adalah miladku yang ke 24. Tidak terasa sudah 24 tahun aku hidup di negeri ini dengan label Warga Negara Indonesia. Sudah sangat banyak fasilitas-fasilitas negeri yang ku kenyam dan ku rasakan walaupun harus diakuis, nilai fasilitas kehidupanku yang lebih banyak bergerak di Jakarta tidak seimbang dengan fasilitas negeri yang ku dapat ketika aku sedang berada di pelosok. Sejujurnya, aku merasakan banyak perbaikan yang sudah dicapai negeri ini namun, semakin aku besar, semakin banyak karya budaya asli negeri ini yang seakan luput dari perhatian dan pelestarian. Sebut saja Wayang, kesenian jawa yang satu ini tidak banyak pemuda yang bangga melestarikannya. Pemuda lebih banyak tenggelam pada movie dan musik barat dengan tanpa ada perhatian sedikitpun terhadap warisan karya seni dan budaya negeri yang satu ini. Mau dibilang apa, aku tidak memiliki cukup kemampuan untuk menggelar festival atau pertunju...

90 Menit Pulang dan Pergi – Pantai Nampu

Gambar
Pagi itu, aku dan keluarga ku sedang berada di kediaman mbah ku. Itulah dusun Kranggan, Wonogiri, Jawa Tengah. Aku sangat ingin memfoto sebuah pantai yang dulu aku pernah mengunjunginya. Namun, keluargaku hendak pulang ke Jakarta pagi itu juga. Pukul 10, kita sudah harus bersiap-siap merapikan barang bawaan. Seluruh keluargaku sedang pergi keluar menggunakan mobil dan sebagian lagi pergi menggunakan motor. Tidak ada satupun kendaraan yang tersisa untuk aku pergi ke pantai yang aku sangat merindukannya. Aku hanya bisa menunggu dan berharap mereka yang pergi pulang lebih cepat agar aku bisa pergi ke pantai. Tepat pukul 8.30, sepeda motor yang digunakan oleh keluargaku yang lain datang dan aku bergegas meminjamnya dan berangkat dengan topi copet yang ku harap dapat melindungiku dari panas. Perjalanan ke pantai itu tahun lalu ku tempuh dengan waktu satu jam sedangkan, aku hanya memiliki waktu satu setengah jam untuk pergi dan pulang sampai kembali di rumah. Aku paksakan k...

Pendakian 5-7 Juli 2013 (Tukang Pop Mie bikin Malu)

Gambar
Kami berjalan dengan diawali doa dalam bentuk lingkaran dengan tangan yang masing-masing menengadah ke atas dan kepala yang bertunduk malu mengharap ijabah dari sang pencipta. Perjalanan ini tidak berawal dari perencanaan yang besar, mungkin pembaca ini akan mengatakan nora untuk tulisan ini karena perjalanan yang hanya ke sebuah gunung bernama Gunung Gede Pangrango namun, bukan perjalanan pada gunung tersebut yang hendak ku ceritakan disini melainkan, beberapa nilai tak yang terlepaskan dari ingatan untuk sebuah kehidupan dan pencerminan terhadap tatanan hidup masyarakat belakangan ini. Sebenarnya sudah lama sekali aku ingin menuliskan ini namun, baru sekarang ini aku sempat menuangkannya di sisa waktu 1 jam untuk menunggu adzan maghrib ini. Baiklah, tidak perlu basa-basi lagi, mari kita memasuki tuangan ini. Di tengah pendakian aku beristirahat dan ku temui seorang bapak-bapak berjualan Pop Mie di tengah gunung itu. Karena tidak lapar, ku lanjutkan kembali...

First Day in Nizamia Andalusia School

Gambar
Today is the first day I become a class teacher in Nizamia Andalusia Elementary School. It feels so interesting to play with students here. This school activities which are always started by reciting do’a bring me to the heaven surroundings. These kids offer something different to my words when they recite do’a and expectation in learning. I do not see the ordinary Indonesia which is always riot and unorganized. I find the future of Indonesia in this school. Ya, this education is facilitated completely and well organized. This kind of education is not noisy in notes and books but in actions and real-activities. Islamism, Nationalism, and Internationalism are three pillars basically stand under this school. This three pillars is completely meet the needs of this global era and the demands of human being. Islamism teaches children to have a beautiful moral and akhlak to improve the human quality of this era. It omits differences of human being so that all people in the...

Jangan Adzan dulu!

Gambar
Ini adalah sebuah pagi yang aku dipaksa untuk menuliskan kata-kata ini oleh hatiku. Sok serius banget ya, hahaa Hari ini adalah hari senin, hari yang agak menjengkelkan. Ya, hari senin adalah hari dimana aku harus berangkat ke sekolah lebih awal karena tugas piket. Setiap hari minggu malam, rutinitasku adalah bermain futsal. Hmmm,, keinginanku melakukan puasa senin kamis teruji sangat keras disini. Setelah bermain futsal, tentu aku membutuhkan istirahat dan ingin tidur lebih awal tapi, aku harus menyiapkan makanan untuk saur terlebih dahulu baru tidur. Selanjutnya, aku harus bangun lebih awal untuk saur. Ba’da subuh, aku tidur lagi sejenak. Rasanya nikmat sekali jika hari senin adalah hari bebas. Hmmm. Namun senin ini, kacau. Yang ku tahu waktu imsak pagi ini jatuh pada pukul 4.28 dan adzan pukul 4.38. Alarm handphoneku yang berbunyi sorakan keras Milanisti “Milaaanosiaaamoonooooiii” telah bordering lebih dari 2 kali. Dan pada dering yang kesekiankalinya, aku pun terb...

Aku hanya Ingin Bersandar di Ka’bah, 5 Detik Saja (Kenapa Aku Senang Candai Malaikat)

Sempat sesat dan bercanda-canda dengan kata “Tuhan” hingga disebut aneh, gila atau apalah itu. Aku bertaubat dan mencoba kembali mengenal-Nya dengan cara berpikir yang lebih bijak dan pikiran yang terpantau oleh orang yang paham. Alhamdulillah aku sudah tidak lagi bercanda-canda dengan nama-Nya walaupun terkadang masih suka terlepas namun, istighfar selalu menyertai perkataan yang terlepas itu. Aku tidak mengerti mengapa aku diberikan akal yang begitu tajam yang hingga kini terkadang masih mengadukan antara iman dan akal. Aku bisa saja mengkorek-korek kesempurnaan dan menjadikannya lubang namun, Alhamdulillah iman ini masih dijaga-Nya dengan baik. Orang bilang isi kepala ini berbahaya. Pertanyaan-pertanyaan yang di luar jangkauan seringkali muncul dengan rasional. Bantahan-bantahan terhadap sesuatu seringkali membuat orang-orang disekitarku lupa bahwa aku hanya orang biasa yang penuh humor dan canda. Syukur Alhamdulillah, Tersudut pun aku masih diizinkan tersenyum ole...

Jumlah Korban Bom UN di Indonesia Melebihi Jumlah Korban Bom Maraton di Boston

Gambar
Dilaporkan dari Boston, bom yang meledak pada acara Maraton yang diikuti oleh sekitar 23.000 pelari dan disaksikan oleh ratusan ribu penonton itu diperkirakan menewaskan 3 orang dan menyebabkan 170 orang luka-luka. Tidak hanya di Boston, sebuah ledakan juga terjadi di Indonesia. Ledakan ini menyebabkan rusaknya mental dan kerugian materil hingga moril. Diperkirakan jumlah korban bom UN di Indonesia melebihi jumlah korban pada kejadian di Boston beberapa waktu lalu. Sebenarnya tidak ada kaitan antara UN dengan Tragedi Boston, saya hanya sedang ingin bermajas-majas ria. Namun ternyata dari majas itu terdapat kesamaan dari dua tragedi itu, yaitu sama-sama memakan korban dan menimbulkan banyak kerugian. Bahkan bom UN memakan korban hingga satu Negara. Hampir seluruh siswa di negeri ini menjadi korban UN. Pendidikan karakter hampir tidak lagi menjadi fokus di sekolah-sekolah di Indonesia. Para siswa dan guru terfokus pada materi pelajaran hingga mengorbankan esensi pendid...

Bakti Sosial VS Dekadensi Moral

13 April 2013, aku pergi ke sebuah daerah tersudut, yaitu Jonggol, Bogor. Keberangkatanku kesana adalah untuk menghadiri acara Bakti Sosial yang diselenggarakan oleh PK IMM FKIP Jakarta Selatan. Disana aku tidak menemukan kejanggalan, keadaan lingkungan yang banyak dipenuhi pohon-pohon besar itu ku anggap normal. Anjing hutan adalah hewan yang paling menarik perhatianku kala itu. Mereka menghiasi malam hingga pagi hari seperti lingkungan tersudut di Sawarna dan Wonogiriyang pernah ku jejaki. Kehadiran anjing-anjing yang menyambut kedatanganku membuat yakin bahwa desa itu berisikan orang-orang yang ramah. Entah apa yang membuatku berkesimpulan seperti itu, yang pasti, setiap desa yang disana terdapat anjing hutan, yang pernah ku kunjungi, selalu memberikan perlakuan seperti apa yang sering dikaitkan dengan kata tamu adalah raja . Banyak orang mengungkapkan tamu adalah raja ketika mereka menjadi tamu, tapi tidak ketika mereka menjadi tuan rumah. Namun di desa yang terdap...

Syukur Atas Cinta

Cinta adalah anugrah yang datang dari Tuhan. Tidak pantas sedikitpun manusia mengeluhkan cinta yang telah dianugrahkan-Nya. Bersyukur adalah hal yang paling tepat terhadap apa-apa yang telah Ia berikan pada kita. Betapapun sifat cinta itu, cinta yang terbalas dengan cinta ataupun cinta yang tidak dibalas dengan cinta, tidak ada alasan untuk kita mencela apa yang Tuhan menganugrahkannya pada kita. Annas Surdyanto - Syukur Atas Cinta Gelap malam tak susutkan rasa Tak hadirkan rasa acuh tuk kata-katamu Dan untaian kata yang kau ucap Tepikanku pada amanah tuk menjagamu Dan mungkin kau tak percaya Ku yakinkan engkaulah yang menyejukan hati Dan semua ini anugrah Yang tulus dan suci tanpa tanda tanya Hamdalah ku haturkan Atas indah anugrah yang aku rasakan Tiada yang patut ku ucap Selain pujian dan syukur pada-Nya Syukur ku kepada Allah Yang tlah izinkanku mengenal dirimu Dengan bismillah ku nyatakan Kau qurrotul 'aini Tak mengenal tak p...